rangkuman materi bab 3 mengenai cerpen

Pengertian Cerpen
Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. Nah, cerita pendek atau cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa fiksi. Maksudnya, isi cerpen bukanlah kejadian nyata, melainkan hanya karangan atau imajinasi penulisnya.

Siapa saja bisa membuat cerita pendek. Termasuk kamu yang masih duduk di bangku sekolah. Kehidupan di sekolah tentunya sangat menarik, dong! Banyak kejadian-kejadian menarik yang bisa kamu ekspresikan ke dalam sebuah cerita pendek.

Entah itu cerita tentang tingkah lucu temanmu semasa sekolah, cerita tentang guru tegas dan guru jenaka yang selalu membuatmu ingat pada dirinya, atau bahkan cerita-cerita manis yang mungkin, ketika kamu malu mengekspresikannya, kamu bisa mewakilinya dengan menciptakan tokoh pada sebuah cerita pendek.

Ciri-Ciri Cerpen

Berikut ciri-ciri cerpen secara umum yang bisa kamu ketahui:

1. Ceritanya Fiktif

Cerpen merupakan cerita fiktif (tidak nyata) yang dibuat berdasarkan imajinasi penulisnya.

2. Jumlah Katanya Sedikit

Cerpen umumnya hanya terdiri dari beberapa ribu kata atau beberapa halaman. Jumlah kata cerpen biasanya tidak lebih dari 10.000 kata.

3. Keterbatasan Tokoh/karakter

Karena panjangnya yang terbatas, cerpen tidak memiliki banyak tokoh atau karakter. Biasanya, cerpen terdiri dari karakter utama dan satu atau dua karakter pendukung saja.

4. Plot yang Singkat

Cerpen memiliki plot yang singkat dan hanya fokus pada satu aspek cerita saja. Hal inilah yang membuat cerpen begitu disukai, karena alur ceritanya yang ringkas, jelas, dan nggak berbelit-belit.

5. Gaya Bahasa yang Padat

Cerpen ditulis menggunakan gaya bahasa yang padat dan menggunakan kalimat efektif. Ini dilakukan untuk meminimalisir penggunaan jumlah kata agar tidak terlalu bertele-tele.

6. Punya Kesan Mendalam

Meskipun singkat, cerpen seringkali meninggalkan kesan yang mendalam kepada pembaca. Alasannya karena cerpen punya gaya penulisan yang kuat, karakter yang menarik, dan tidak terlalu banyak konflik.


Fungsi Cerpen

Cerpen juga punya fungsi, lho! Apa aja sih, fungsi cerpen? Coba perhatikan infografik berikut!

1. Fungsi Rekreatif

Cerpen berfungsi untuk memberikan rasa senang, gembira, dan menghibur bagi seluruh pembacanya.

2. Fungsi Estetis

Cerpen memiliki fungsi untuk memberikan keindahan bagi pembaca karya sastra.

3. Fungsi Moralitas

Cerpen dapat memberikan nilai-nilai moral kepada pembaca, sehingga mendapat pengetahuan tentang hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk.

4. Fungsi Didaktif

Cerpen dapat mengarahkan dan mendidik para pembaca dengan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan di dalam cerita.

5. Fungsi Relegiusitas

Cerpen mengandung nilai-nilai yang terdapat pada ajaran agama yang bisa dijadikan teladan bagi para pembacanya

Unsur-Unsur Cerpen

Dalam sebuah cerpen, terdapat unsur-unsur yang menyusunnya. Unsur cerpen terbagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Lalu, apa sih perbedaan keduanya? Kita simak penjelasannya berikut ini!


a. Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik cerpen adalah unsur yang membangun cerita dari dalam. Terdapat 7 unsur intrinsik cerpen, yaitu tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa. 

b. Unsur Ekstrinsik Cerpen

Sementara itu, unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur yang membentuk cerita dari luar. Terdapat 3 unsur ekstrinsik cerpen, yaitu latar belakang masyarakat, latar belakang pengarang, dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen. 


Struktur Cerpen

Selanjutnya, struktur cerpen terdiri 6 bagian, yaitu abstrak, orientasi, rangkaian peristiwa, komplikasi, resolusi, dan koda. Nah, untuk penjelasan lebih lengkapnya, ada di bawah ini, ya!

1. Abstrak

Abstrak merupakan bagian cerpen yang menggambarkan keseluruhan isi cerita.

2. Orientasi

Orientasi cerpen berisi penentuan peristiwa yang menciptakan gambaran visual dari latar, atmosfer, dan waktu dari cerita. Di bagian ini, kamu juga akan menemukan pengenalan para tokoh, menata adegan, dan hubungan antartokoh.

3. Rangkaian Peristiwa

Lalu, pada bagian ini, kisah akan berlanjut melalui serangkaian peristiwa satu ke peristiwa lainnya yang tidak terduga.

4. Komplikasi

Kemudian, cerita akan bergerak menuju konflik atau puncak masalah, pertentangan, atau kesulitan-kesulitan bagi para tokohnya yang memengaruhi latar waktu dan karakter.

5. Resolusi

Terakhir, pada bagian ini, akan menceritakan solusi dari masalah atau tantangan yang dicapai. Kamu juga akan mengetahui bagaimana cara pengarang mengakhiri cerita.

6. Koda

Koda merupakan komentar akhir terhadap keseluruhan isi cerita. Bagian ini juga bisa disebut simpulan cerpen.


Comments

Popular posts from this blog

psg

Ulangan bahasa indonesia "diskusi" Semester genap kurmer

10 soal tentang bab 1, bab 2, dan bab 3